cerita inspirasi orang lain

NAMA : AHMAD HAWARI ASSUFI
NRP : G44100069
LASKAR : 26

KENDALA DALAM HIDUP ITU BIASA
Ini adalah true story ,cerita ini saya angkat bersumber dari teman saya tepatnya teman saya sewaktu saya berada di bangku sekolah dasar , dalam cerita ini nantinya saya akan menceritakan kehidupan teman saya ini yang mungkin nantinya bisa menjadi inspirated story buat teman – teman sekalian atau bisa bermanfaat bagi semua laskar inspirasi 47.
Sebelum saya bercerita saya akan memperkenalkan objek yang akan saya ceritakan, nama beliau Adi nama lengkapnya Reinaldi dia anak pertama dalam keluarganya dan dulu rumahnya dekat rumah saya , bismillahirahmannirohim kita mulai ceritanya
Teman saya ini merupakan teman akrab saya sewaktu dia masih tinggal dekat rumah saya, sewaktu SD kami sering menghabiskan waktu bersama baik digunakan untuk bermain ataupun belajar , seringkali juga kita mencari ikan kecil untuk makanan ikan arwana punya kakeknya dibelakang rumah saya tapi itu dulu ketika semuanya masih alami dan masih banyak ikan tetapi saat ini sudah tidak ada satupun ikan disana, lingkungan sudah berubah berbeda dengan dahulu, oke lanjutkan ceritanya. Adi ini merupakan anak pertama otomatis dia nantinya sebagai panutan adik adiknya sewaktu sd saja adi berjualan keliling kampung atau di sekolah tidak ada rasa malu untuk berjualan bagi dia dan seringkali saya sering membantunya berjualan dan juga membeli makanan jualanya, biasanya dia julan donat dan pempek buatan ibunya. Dia berjualan sebelum sekolah yaitu pada pagi hari karena kami sekolah pada siang hari, setelah pulang sekolah kita biasanya melaksanakan solat magrib di langgar dan kami berdua seringkali adzan di langgar itu.
Sekitar kami duduk di kelas 5 SD adi pindah ke bogor, karena rumah yang di jakarta sudah laku terjual, otomatis kami jarang bertemu, pada awal kepindahannya ke bogor saya dan keluarga dan juga tetangga bersilaturahmi kesana dan disana memang asri beda dengan di jakarta. Lalu tak lama kemudian terdengar bahwa ayahnya adi meninggal dunia ( inallilahi wa ina ilaihi rojiun ),dan ketika itu adi baru mempunyai adik yang ke 3, saat itu adiknya baru berumur 2 minggu, bukan main cobaan adi dia harus berpikir lebih ke depan lagi bagaimana dia harus membantu ibunya, ibunya hanya bekerja sebagai pedagang kripik tetapi ibunya ulet dalam bekerja, mau ga mau adi harus berusaha membantu orang tuanya untuk membantu adiknya meneruskan sekolah , sama seperti waktu SD dia kembali berjualan dan alhamdullilah bisa membantu ibunya .

Sudah lama sejak adi pindah kita tidak jumpa, sewaktu ketika dia dan keluarganya bersilturahmi kerumah saya, saya dan adi bertukar cerita , dan diketahui bahwa adi sekarang meneruskan sma nya ke madrasah aliyah dan dia sangat kerepotan dengan biayanya , saya menanggapi dan memberi saran untuk tetap semangat menggapai impian.setelah kami bertukar cerita adi dan keluarganya pulang.sehabis kedatanganya itu ibunya adi seringkali kerumah saya untuk menawarkan produk produk makanan ringan seperti kripik, rengginang dan sebagainya, dan sekarang ini usahanya semakin maju .
Adi pernah sendiri kerumah saya dan bercerita bahwa dirinya sekarng di biayai oleh orang lain yang dermawan yang mau menyekolahkannya, saya sangat senang mendengarnya kala itu dan juga adik adiknya juga masih bisa melanjutkan sekolahhya. Dan sekarang ini dia sudah bekerja dan sebagian gajinya untuk keluarganya. Subhanallah usaha keras dapat membuahkan hasil.

Cerita ini sangat inspiratif karena walaupun ayahnya sudah meninggal dan adiknya banyak dengan ibu pekerjaannya tidak tetap, adi tetap semangat dan bertekad untuk membantu orang tuanya dan juga adik adiknya. Semoga cerita ini bisa menginspirasi kita bahwa dalam hidup kendala, halangan, rintangan itu biasa tetapi yang terpenting bagaimana sikap kita untuk bisa melawan kendala tersebut pastinya dengan bersikap optimis dan yakin pada Allah SWT bahwa kita bisa melewatinya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

cerita inspirasi diri sendiri

NAMA : AHMAD HAWARI ASSUFI
NRP : G44100069
LASKAR : 26

Bersyukur

Assalamualaikum. Ini adalah true story, cerita ini saya angkat dari pengalaman pribadi saya dan insya Allah nantinya cerita ini akan menginspirasi teman teman sekalian dalam menjalani hidup. Cerita ini merupakan pengalaman saya yang mungkin nantinya selain menginspirasi teman – teman juga dapat memberikan manfaat.
Sebelum saya bercerita saya akan memperkenalkan diri saya untuk nantinya pembaca dapat lebih mengenal dan dapat menyerap cerita yang akan saya sampaikan. Lanjut saja nama saya Ahmad Hawari Assufi ( G44100069), biasa di panggil hawari, saya dari departemen kimia FMIPA IPB dan merupakan keluarga besar IPB angkatan 47, saya masuk dalam laskar 26 dalam MPKMB 47 ini, sudah jangan kebanyakan pengenalan dirinya, langsung aja kita masuk ke cerita ya teman – teman, simak dan resapi ya.
Cerita ini terjadi pada waktu saya berada waktu saya berada di kelas 1 SMA ketika itu saya mengikuti ekskul UKS dan saya dipilih sebagai salah satu dari 5 peserta yang akan mengikuti pelatihan di daerah ciloto, tepatnya di kampung bamboe, saya dan teman – teman SMA se-jabodetabek mengikuti pelatihan selama 3 hari disana saya dapat teman baru, pelajaran baru, pengetahuan baru dan cara berpikir yang baru .
Ketika hari kedua panitia membuat kelompok untuk bertanya langsung tentang kesehatan dan pola makan serta apa saja yang berkaitan dengan kesehatan kepada masyarakat sekitar, satu kelompok terdiri dari 10 orang dan dari berbeda – beda sekolah. Sekitar jam 7 pagi kegiatan itu dimulai dan kami sangat bersemangat mengikuti kegiatan kami dan tiba saatnya saya datang kerumah salah satu penduduk dan kami bertanya tentang pola makan,pola gizi, pola tidur dan tentang kesehatan.ketika kami berada di rumahnya kami sangat berempati karena dirumah yang sangat sempit dan kumuh ditinggali oleh 4 generasi keturunan, coba anda bayangkan bagaimana keadaan tersebut kontras dengan rumah – rumah di kota besar, lalu ketika kami menanyakan tentang pola makan, mereka menjawab mereka hanya makan pokcoi setiap harinya bahkan tempe dan tahu saja sudah di ibaratkan bagai makanan yang special keadaan tersebut juah berbeda dengan di ibukota, mereka makan tahu dan tempe tapi banyak yang tidak bersyukur kepada Allah. Rata – rata orang yang berada di dalam rumah tersebut bekerja sebagai petani, mereka mengolah lahan yang ditumbuhi macam – macam sayuran seperti bayam, pokcoi, kangkung dan pohon pisang dengan sistem bagi hasil kepada pemilik lahan. Anak – anak mereka bersekolah walaupun orang tuanya tidak bersekolah, salah satu keluarganya mengatakan biar saya saja yang tidak bersekolah asalkan anak saya nantinya dapat mendapat pendidikan yang lebih tinggi, mendengar perkataan itu saya sangat terharu, walaupun ekonomi ya bisa dibilang kurang tapi mereka semuanya bertekad untuk menyekolahkan anaknya sampai setinggi mungkin. Dan pertanyaan terakhir pun kami tanyakan, apabila sakit berobat kemana? Jawaban mereka bila sakit ia ke puskesmas yang jaraknya sangat jauh dan di tempuhnya dengan berjalan kaki, karena jika naik kendaraan umum itu sangat mahal dan uangnya nanti tidak bisa bayar puskesmas, ujarnya.
Setelah kami selesai bertanya dan kami pun berpamitan, kami pun sempat mendiskusikan hal ini untuk nantinya di presentasikan, menurut kami hendaknya kita semua harus bersyukur kepada Allah SWT tentang apa yang telah Dia berikan, dalam Al Qur’an Allah mengatakan “ barang siapa yang bersyukur atas nikmatKu maka aku akan tambah nikmatnya,tetapi jika kamu kufur maka azabKu sangat pedih “. Karena jika kita bersyukur pasti Allah akan menambah nikmatNya, oleh karena itu kita harus sering mengucapkan Hamdallah ketika kita mendapat rezeki dalam bentuk apapun seperti uang, kesehatan, kepintaran, ketampanan, kekayaan semoga hal tersebut tidak menjadikan kita sombong dan kufur terhadap nikmat Allah.
Semoga cerita ini nantinya dapat menjadi inspirasi bagi teman – teman semua dan dapat merubah sikap teman – teman ke arah yang lebih baik dan juga dapat menginspirasi kita bahwa keadaan susah tidak selalu nantinya akan susah tetapi akan beubah jika kita niat untuk merubahnya, Allah berfirma : Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, jika kaum itu tidak merubahnya. Semoga firman Allah tersebut akan merubah pemikiran kita ke arah yang lebih baik. Amin. Wasalam

Posted in Uncategorized | Leave a comment